Lahirkan 14 Kader Paripurna, PII Sukses Gelar Leadership Advance Training dan Pendidikan Instruktur Dasar Nasional 2026 di Aceh

Banda Aceh,nusantarainvestigasi.com – Pelajar Islam Indonesia (PII) berhasil melahirkan 14 Kader Paripurna melalui kegiatan Leadership Advance Training (LAT) dan Pendidikan Instruktur Dasar (PID) Nasional 2026 yang diselenggarakan di Mess Dispora Aceh, Banda Aceh, pada 10–19 Juli 2026.

Mengusung tema “From Learner to Leader: Melahirkan Generasi Pemimpin Bangsa yang Bermartabat”, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan kader tingkat lanjut yang dirancang untuk membentuk pemimpin muda berkarakter, berintegritas, serta memiliki kapasitas kepemimpinan dan kemampuan menjadi instruktur kaderisasi di lingkungan Pelajar Islam Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Amsal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tim instruktur, dan peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dengan penuh kesungguhan.

Menurutnya, LAT dan PID bukan sekadar agenda pelatihan, melainkan proses pembentukan karakter dan kepemimpinan yang menjadi fondasi lahirnya kader-kader bangsa yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Kader PII harus mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, spiritualitas, serta keberanian mengambil peran dalam membangun umat, bangsa, dan negara. Dari proses inilah kita berharap lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang bermartabat dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Amsal.

Ia menambahkan bahwa tantangan Indonesia ke depan membutuhkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu berkolaborasi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Sementara itu, Koordinator Tim Pendidikan Instruktur, Yusuf Wicaksono, menjelaskan bahwa selama sepuluh hari peserta menjalani proses pendidikan yang komprehensif, mulai dari penguatan ideologi organisasi, kepemimpinan strategis, komunikasi, metodologi kaderisasi, manajemen pelatihan, hingga praktik mengajar sebagai instruktur.

Menurutnya, setiap peserta juga melalui proses evaluasi yang ketat, baik dari aspek akademik, kepemimpinan, kedisiplinan, kemampuan fasilitasi, maupun keteladanan selama mengikuti pendidikan.

“LAT dan PID merupakan jenjang kaderisasi yang menyiapkan kader tidak hanya menjadi pemimpin, tetapi juga menjadi pendidik yang mampu melahirkan kader-kader baru. Oleh karena itu, standar kelulusannya tinggi karena mereka akan menjadi ujung tombak kaderisasi PII di berbagai daerah,” jelas Yusuf Wicaksono.

Ia berharap ke-14 kader yang dinyatakan lulus mampu menjadi motor penggerak organisasi, memperkuat sistem kaderisasi nasional, serta menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan pembinaan dari para narasumber nasional yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi, tokoh organisasi, hingga pejabat pemerintah. Selain penguatan materi, peserta juga mengikuti diskusi, simulasi kepemimpinan, praktik kepelatihan, ibadah berjamaah, pengabdian, serta berbagai aktivitas pembentukan karakter.

Dengan berakhirnya Leadership Advance Training dan Pendidikan Instruktur Dasar Nasional 2026, PB PII berharap lahirnya 14 Kader Paripurna ini menjadi energi baru bagi penguatan kaderisasi organisasi sekaligus melahirkan generasi pemimpin bangsa yang siap mengabdi, berakhlak mulia, berwawasan luas, dan mampu menghadapi tantangan Indonesia di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *