Batam-Nusantarainvestigasi] Hari kedua pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 di Kavling Mangsang Maju, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Batam, diwarnai semangat kerja tanpa kenal lelah.
Sejak pagi, personel Satgas TMMD Kodim 0316/Batam bersama unsur TNI, Marinir, TNI Angkatan Udara, Polri dan masyarakat kembali turun ke lokasi untuk melanjutkan pengecoran jalan rabat beton.
Meski tenaga mulai terkuras setelah pekerjaan hari sebelumnya, semangat para personel dan warga justru semakin terlihat. Satu per satu material terus diangkut, adukan beton disiapkan, kemudian dituangkan dan diratakan di sepanjang badan jalan yang menjadi sasaran pembangunan TMMD.
Tidak ada waktu untuk berlama-lama. Setelah satu bagian jalan selesai dikerjakan, pekerjaan langsung bergeser ke bagian berikutnya.
Tancap gas menjadi semangat yang terlihat di lapangan. Para personel dan warga berbagi tugas agar proses pengecoran berjalan cepat dan sesuai target.
Ada yang menyiapkan material, mengatur adukan, mengangkut bahan, menuangkan coran, hingga meratakan permukaan beton. Pekerjaan dilakukan secara bergantian sehingga beban berat dapat dikerjakan bersama-sama.
Komandan di lapangan, Kapten Inf Hendrik Mulyadi, meminta seluruh personel dan masyarakat tetap menjaga semangat meskipun pekerjaan menguras tenaga.
“Tidak ada kata kendurkan semangat. Terus kebut pengerjaan ini, mengingat pengerjaan masih awal TMMD,” tegas Hendrik.
Menurutnya, percepatan pekerjaan pada hari-hari awal menjadi bagian penting untuk menjaga pencapaian target sasaran fisik TMMD.
Keterlibatan masyarakat, kata dia, juga menjadi kekuatan tersendiri. Dengan adanya kebersamaan antara Satgas dan warga, pekerjaan yang membutuhkan tenaga besar dapat dilakukan secara lebih cepat dan ringan.
“Kalau dikerjakan bersama-sama, pekerjaan akan lebih cepat selesai. Semoga pembangunan ini nantinya dapat memperlancar arus transportasi warga dan memberikan dampak positif terhadap aktivitas serta perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Di tengah terik dan aktivitas pekerjaan yang cukup padat, suasana gotong royong tetap terasa kuat. Kelelahan tampak tidak menjadi alasan untuk berhenti.
Warga yang sejak pagi ikut membantu terus berada di sekitar lokasi. Mereka bekerja bersama personel TNI, saling membantu ketika mengangkut material maupun saat proses pengecoran berlangsung.
Bagi warga Mangsang Maju, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar sasaran fisik TMMD. Jalan yang dibangun diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi aktivitas sehari-hari, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Karena itu, warga memilih ikut turun langsung membantu proses pengerjaan. Semangat tersebut membuat suasana pengecoran semakin hidup.
Hari kedua TMMD menjadi gambaran bagaimana target pembangunan dikejar melalui kerja bersama. Tenaga boleh terkuras, tetapi semangat tidak boleh surut.
Setiap bagian jalan yang selesai dicor menjadi penyemangat untuk melanjutkan pekerjaan berikutnya. Dengan ritme kerja yang terus dijaga, Satgas TMMD bersama masyarakat berupaya memaksimalkan waktu yang tersedia.
TMMD ke-130 Kodim 0316/Batam pun tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur. Di balik pengecoran jalan tersebut, tumbuh kekuatan gotong royong dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat.
Dari lokasi pengecoran di Mangsang Maju, semangat itu terlihat jelas: meski lelah, tetap tancap gas; meski pekerjaan berat, dikerjakan bersama.
Satgas TMMD dan masyarakat terus berjibaku hingga target pembangunan jalan dapat tercapai dan hasilnya benar-benar dirasakan oleh warga.
Pengecoran hari kedua akhirnya menjadi bukti bahwa kekuatan utama TMMD bukan hanya pada tenaga personel, tetapi juga pada semangat kebersamaan ketika TNI dan rakyat bergerak dalam satu tujuan.













