Batam-Nusantarainvestigasi] TNI kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026. Program yang dilaksanakan Kodim 0316/Batam, Korem 033/Wira Pratama, tersebut resmi dibuka di Lapangan Kavling Mangsang Maju, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, Selasa, 13 Oktober 2026.
Upacara pembukaan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dipimpin Wali Kota Batam, H. Amsakar Achmad, selaku inspektur upacara. Kehadiran jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat memperlihatkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap program pembangunan yang melibatkan langsung prajurit TNI dan warga.
Bagi TNI, TMMD bukan sekadar agenda pembangunan wilayah. Program ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja bersama, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Pelaksanaan TMMD ke-130 di Mangsang juga menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong pemerataan pembangunan serta mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat.
TNI Jadi Penggerak Kolaborasi Pembangunan di Mangsang
Keterlibatan TNI dalam TMMD menempatkan prajurit tidak hanya sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Melalui program tersebut, TNI bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait untuk mendukung kebutuhan pembangunan di wilayah sasaran. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat semangat gotong royong sebagai modal sosial dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Wali Kota Batam H. Amsakar Achmad bertindak sebagai pimpinan acara dalam pembukaan TMMD ke-130. Sementara itu, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-130, Kolonel Arh Yan Eka Putra, S.Sos., menyampaikan laporan kesiapan pelaksanaan program.
Keterlibatan kedua unsur tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi antara TNI dan pemerintah daerah agar pelaksanaan program dapat berjalan terarah serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks pembangunan wilayah, kehadiran TNI melalui TMMD diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga, terutama dalam mendorong keterlibatan masyarakat sejak pelaksanaan hingga pemeliharaan hasil pembangunan.
Penandatanganan Berita Acara Tandai Dimulainya Program
Rangkaian pembukaan TMMD ke-130 diawali dengan masuknya komandan upacara ke lapangan, laporan perwira upacara, dan kedatangan inspektur upacara. Prosesi dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, penghormatan pasukan, serta pemeriksaan pasukan.
Agenda kemudian berlanjut dengan laporan kesiapan pelaksanaan TMMD oleh Dansatgas Kolonel Arh Yan Eka Putra, S.Sos.
Salah satu tahapan penting dalam upacara tersebut adalah penandatanganan naskah berita acara dimulainya kegiatan TMMD ke-130 oleh Wali Kota Batam bersama Dansatgas. Berita acara selanjutnya diserahkan kepada Wali Kota Batam sebagai bagian dari rangkaian peresmian program.
Pembukaan juga ditandai dengan penyerahan alat kerja secara simbolis kepada perwakilan penerima. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pernyataan resmi pembukaan TMMD, penyampaian amanat, pembacaan doa, dan penutupan upacara.
Seluruh rangkaian upacara berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan dilaporkan berlangsung tertib dan aman.
Bagi satuan pelaksana, pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan TMMD ke-130 di wilayah sasaran. Selanjutnya, pelaksanaan program membutuhkan koordinasi, kedisiplinan, serta keterlibatan berbagai pihak agar setiap kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
Kekuatan TNI dan Polri Bersatu dalam Upacara
Dukungan terhadap pelaksanaan TMMD ke-130 terlihat dari keterlibatan personel berbagai satuan TNI, Polri, dan instansi lainnya dalam upacara pembukaan.
Unsur yang terlibat antara lain Yonif 136/Tuah Sakti, Yonif 849/Baladau Sakti, Lanud Hang Nadim, Yonmar, Brimob Polda Kepulauan Riau, Polresta Barelang, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Ditpam, FKPPI, PPM, dan Hipakad.
Sebanyak 50 siswa SMK Negeri 16 juga tercatat sebagai peserta upacara. Keterlibatan pelajar tersebut menambah unsur masyarakat yang hadir dalam kegiatan pembukaan.
Sejumlah pejabat dari unsur TNI dan Polri turut menghadiri acara, di antaranya Danrem 033/Wira Pratama, Dandenpom I/6 Batam, Kapolresta Barelang, Danlanud Hang Nadim Batam, serta Dansat Brimob Polda Kepri.
Dari unsur pemerintah dan lembaga terkait, hadir perwakilan Pemerintah Kota Batam, DPRD Kota Batam, BNN, Bea Cukai, Imigrasi, Lapas, Kejaksaan Negeri Batam, Pengadilan Negeri Batam, serta sejumlah organisasi perangkat daerah.
Perwakilan Kecamatan Sungai Beduk, Kelurahan Mangsang, dan masyarakat setempat juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Keterlibatan berbagai unsur ini memperlihatkan bahwa pelaksanaan TMMD membutuhkan dukungan bersama. Namun, TNI tetap menjadi unsur utama penggerak program melalui koordinasi satuan tugas dan pelaksanaan kegiatan di wilayah sasaran.
Tak Hanya Pembangunan, TNI Hadir Melalui Bakti Sosial
Rangkaian pembukaan TMMD ke-130 tidak berhenti pada upacara. Setelah kegiatan resmi selesai, agenda dilanjutkan dengan pelayanan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah penyerahan bantuan sosial berupa 100 paket bingkisan kepada masyarakat secara simbolis. Kegiatan berikutnya meliputi peninjauan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pelaksanaan bazar murah.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran TNI dalam TMMD juga diarahkan untuk mendukung aspek sosial kemasyarakatan.
Bantuan sosial menjadi bentuk kepedulian terhadap warga, sementara pengobatan gratis membuka akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Adapun bazar murah diharapkan dapat membantu warga memperoleh kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.
Melalui rangkaian kegiatan itu, TMMD menjadi wadah bagi TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak terbatas pada pembangunan fisik semata.
Pendekatan tersebut juga memperkuat peran aparat teritorial yang selama ini berinteraksi langsung dengan masyarakat di wilayah binaan.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat Menjadi Fondasi
Kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan salah satu landasan penting dalam pelaksanaan TMMD. Hubungan tersebut dibangun melalui kedekatan prajurit dengan masyarakat, kerja bersama, serta keterlibatan warga dalam mendukung pembangunan di lingkungannya.
Di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, pelaksanaan TMMD ke-130 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kebutuhan pembangunan wilayah.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting agar program tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan warga.
Dalam pelaksanaannya, kualitas pekerjaan, koordinasi, serta keberlanjutan hasil kegiatan menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Partisipasi masyarakat juga penting agar hasil pembangunan dapat dijaga dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Melalui TMMD, TNI menjalankan peran pengabdian kepada masyarakat dengan mengedepankan kerja sama dan gotong royong. Program ini sekaligus memperkuat hubungan antara prajurit dan warga sebagai bagian dari upaya bersama membangun daerah.
Pembukaan TMMD ke-130 Kodim 0316/Batam berakhir pada pukul 10.00 WIB dalam keadaan tertib dan aman. Dengan dimulainya program tersebut, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan di Kelurahan Mangsang dan wilayah sekitarnya. Ni













