Langkah Awal M. Tongam Hanafi Sihite di Demokrat: Konsolidasi ke Pesisir, Bagikan 200 KTA dan Sembako di Pulau Abang

M. Tongam Hanafi Sihite.Memberi Sembako Kemasyarakat

Batam-Nusantarainvestigasi.com] Langkah politik M. Tongam Hanafi Sihite di Kepulauan Riau terbilang cepat. Belum genap sebulan resmi menjadi kader Partai Demokrat, Hanafi langsung bergerak melakukan konsolidasi dan penguatan basis partai di wilayah pesisir.
Hanafi menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat pada 6 Februari 2026 di Jakarta. Penyerahan dilakukan langsung oleh Deputi Urusan KPU dan Bawaslu Demokrat, Anis Fauzan, SH. Momentum tersebut menandai resminya Hanafi bergabung dengan partai berlambang mercy itu.
Sebagai kader baru, Hanafi memilih tidak berlama-lama berkegiatan di pusat. Ia justru memulai langkah politiknya dari wilayah kepulauan, tepatnya di Pulau Abang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan pesisir yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan tradisional. Untuk mencapai Pulau Abang, rombongan harus menempuh perjalanan laut sekitar 15 menit menggunakan speed boat dari Galang Baru melalui Pelabuhan Hasim Barelang. Akses transportasi yang bergantung pada kondisi cuaca membuat mobilitas warga tidak selalu mudah.
Pulau Abang dihuni sekitar 1.000 jiwa dengan jumlah kepala keluarga kurang lebih 300 KK. Sebagian besar warga menggantungkan hidup dari hasil laut. Namun dalam beberapa bulan terakhir, musim angin utara menyebabkan gelombang tinggi sehingga aktivitas melaut menjadi terbatas dan berdampak pada penghasilan nelayan.
Dalam kunjungan tersebut, Hanafi membagikan sebanyak 200 KTA kepada anggota Partai Demokrat di tingkat ranting. Pembagian KTA disebut sebagai bagian dari konsolidasi awal sekaligus penguatan struktur partai di akar rumput. Penyerahan dilakukan secara langsung kepada para anggota yang telah terdaftar.
Selain agenda konsolidasi partai, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan aksi sosial. Hanafi membagikan ratusan paket sembako kepada warga Pulau Abang. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 1 kilogram minyak goreng, serta gula pasir. Bantuan tersebut diberikan bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Sejumlah warga menyambut pembagian sembako itu dengan antusias. Seorang ibu rumah tangga yang menerima bantuan mengaku terbantu dengan adanya paket sembako tersebut, mengingat kondisi cuaca yang kurang mendukung membuat suaminya jarang melaut dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami sangat berterima kasih atas keringanan Pak Hanafi dalam membagikan sembako kepada warga Pulau Abang ini. Di saat cuaca kurang mendukung untuk pergi melaut, Pak Hanafi datang meringankan sedikit beban kami,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Hal serupa disampaikan Sam, warga lainnya. Menurut dia, musim angin utara membawa gelombang tinggi yang menyulitkan nelayan untuk mencari ikan. Dalam kondisi tersebut, kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi.
“Warga di sini sedang susah untuk melaut dikarenakan gelombang tinggi angin utara. Tapi dengan sembako gratis ini kami merasa seperti dipedulikan,” kata Sam.
Ia bersama warga lainnya juga mendoakan Hanafi dan keluarganya agar selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki. “Kita semua mendoakan agar Pak Hanafi beserta keluarga selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah,” ujarnya, disambut anggukan warga yang hadir.
Hanafi menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat pesisir yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi akibat faktor cuaca. Ia menegaskan, pembagian sembako bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya nyata untuk membantu meringankan beban warga.
“Selain karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan, pembagian sembako ini bertujuan untuk meringankan sedikit beban warga, apalagi saat ini kondisi cuaca sedang tidak bersahabat,” ujar Hanafi.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu warga menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan khusyuk.
“Semoga dengan sedikit berbagi rezeki ini bisa bermanfaat bagi warga untuk dapat menjalankan ibadah puasa,” katanya.
Langkah awal Hanafi di Pulau Abang ini menjadi sinyal bahwa ia berupaya membangun basis politik dari wilayah pesisir dan kepulauan. Di tengah tantangan geografis serta kondisi cuaca yang tidak menentu, konsolidasi partai dan kegiatan sosial dilakukan secara bersamaan—menggabungkan agenda penguatan struktur politik dengan kepedulian sosial dalam satu rangkaian kegiatan.
Kunjungan tersebut sekaligus mencerminkan strategi pendekatan langsung ke masyarakat bawah sebagai bagian dari penguatan jaringan partai di Kepulauan Riau, khususnya di wilayah kepulauan yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap kegiatan politik dan bantuan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *