Bangkabelitung,nusantarainvestigasi.com – Dugaan nama pengusaha asal Sungailiat, “Popo,” kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Desakan untuk pengusutan tuntas terhadap berbagai dugaan keterlibatannya semakin menguat, terutama setelah beredarnya foto-foto gudang alat berat yang diduga miliknya. Selain itu, muncul dugaan nama Cecep yang disebut-sebut sebagai koordinator lapangan atas aktivitas pertambangan yang diduga ilegal dan terkait dengan “Popo.”
Meskipun “Popo” telah membantah keterlibatannya dalam berbagai kasus melalui media, bukti visual berupa foto gudang alat berat tersebut seolah menjadi amunisi baru bagi para pengkritiknya. Publik pun semakin gencar menuntut kejelasan terkait kepemilikan dan aktivitasnya. Tak hanya itu, nama “Popo” juga dikaitkan dengan berbagai isu yang terjadi di Lubuk Besar. Spekulasi liar bermunculan, menudingnya terlibat dalam aktivitas yang meragukan di wilayah tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan hukum yang jelas terkait dugaan tersebut.
Di tengah panasnya isu ini, awak media konfirmasi kepada cecep yang di sebut sebagai koordinator big bos popo. tangkapan layar percakapan WhatsApp terbaru yang diduga melibatkan Cecep. Dalam percakapan yang tercatat tanggal Jum’at(12/12/2025) pukul 16.13 Wib hingga 17.00 Wib , Cecep yang memberikan beberapa pernyataan yang menimbulkan perhatian. Dia mengatakan,
“apa aja termasuk ngurus wartawan. Apa aja dekqu,, ada yg mau ngacau dia, ada preman mau malak dia misalnya aku yg urus,, namanya juga kerja dengan orang,” jawabnya.
Cecep juga menolak istilah “koordinator wartawan” dengan alasan takut salah persepsi, dan mengaku kadang bertugas sebagai pengawal “beliau” (yang diduga merujuk pada Popo). Selama percakapan, dia terus menuntut identitas, kartu pers, dan surat tugas pihak yang menghubunginya, dengan alasan banyaknya penipuan mengatasnamakan wartawan.
“Saya tidak akan melayani wartawan yg tidak memiliki kartu pers dan surat tugas.dan kalo kamu masih tidak bisa tunjukan kartu pers dan surat tugas mu bearti kamu bukan wartawan yg sebenarnya dan saya TDK mau melayani orang yg TDK jelas,” lanjutnya dengan tegas.
Sebelumnya, dalam bagian percakapan lainnya, terdapat pernyataan “Nanti cuma penipu yang ngaku wartawan” yang menimbulkan kecurigaan adanya dugaan upaya untuk merendahkan atau mengintimidasi para jurnalis yang meliput kasus ini.
Isu yang paling mencuat adalah dugaan bahwa aparat penegak hukum (APH) dan satgas terkait terkesan “tutup mata” terhadap aktivitas yang diduga dilakukan oleh “Big Bos” ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di benak masyarakat mengenai independensi dan transparansi penegakan hukum di daerah ini.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera bertindak tegas dan mengusut tuntas semua dugaan yang melibatkan “Popo” dan Cecep. Kejelasan dan keadilan adalah kunci untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap hukum dan aparaturnya.
Publisher : Red
Sumber:elanghitamindonesia













