Dr. Ipong Hembing Putra: Jangan Serahkan Masa Depan ke Asing, Indonesia Belajar Ketegasan Panglima Cheng Ho

Dr. Ipong gambarkan Cheng Ho sebagai figur martabat Asia yang perjuangannya bukan soal ras, tapi hak berdiri tegak. "Ia melawan karena harga diri bangsanya diinjak, wilayah Asia dijadikan ladang kolonial. Perlawanan Cheng Ho adalah perjuangan bermartabat, bukan kebencian," tulisnya. Sebagai Ketum PITI, ia soroti persaudaraan dibangun atas nilai martabat manusia, hak dihormati, dan tentukan masa depan sendiri.

Jakarta,nusantarainvestigasi.com -20 November 2025,Ketua Umum Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) sekaligus Panglima Cheng Ho Indonesia, Dr. Ipong Hembing Putra, ajak bangsa Indonesia bangkit dengan harga diri tinggi. Dalam opini terbaru, ia tekankan pelajaran dari Panglima Cheng Ho (Zheng He) sebagai simbol ketegasan Asia lawan kolonialisme, relevan untuk hadapi tantangan kedaulatan hari ini.

Dr. Ipong gambarkan Cheng Ho sebagai figur martabat Asia yang perjuangannya bukan soal ras, tapi hak berdiri tegak. “Ia melawan karena harga diri bangsanya diinjak, wilayah Asia dijadikan ladang kolonial. Perlawanan Cheng Ho adalah perjuangan bermartabat, bukan kebencian,” tulisnya. Sebagai Ketum PITI, ia soroti persaudaraan dibangun atas nilai martabat manusia, hak dihormati, dan tentukan masa depan sendiri.

Ia ajak pemimpin Indonesia tiru semangat Cheng Ho yang berani ambil risiko di laut. “Cheng Ho tak tunggu kondisi ideal, ia ciptakan sendiri. Indonesia butuh pemimpin paham sejarah, berani layar saat badai, bela tanah air tanpa kompromi, dan pikirkan generasi ke depan,” tegas Dr. Ipong. Ia kritik mental maritim lemah di negeri kepulauan, di mana sumber daya laut dirampas asing sementara konflik darat mendominasi.

“Indonesia harus jadi pemilik laut, bukan penonton. Jika Cheng Ho abad ke-17 usir kolonial Eropa dari Asia Timur, kenapa kita ragu jaga kedaulatan di abad 21?” tanyanya. Dr. Ipong yakin bangsa bangkit dengan karakter berani, berdaulat, dan bermartabat tanpa serahkan nasib ke tangan asing. Sejarah Cheng Ho, katanya, pesan bagi Asia, terutama Indonesia, untuk lawan ketidakadilan dan tulis nama di buku sejarah.

Opini ini inspirasi di tengah dinamika geopolitik, dorong kesadaran nasional yang lebih kuat.

Publisher : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *